Setia Matipun Setia (SMS) - 1

Marilah kita membaca Rut 1:7-22 dan kemudian kita membayangkan bahwa Rut telah melawati semua peristiwa itu dan kemudian dia sedang duduk dan membaca tentang kisah dirinya sendiri, seperti kalau kita sedang melihat foto-foto di album kenangan mengingat masa lalu. Bayangkan kalau Rut membaca kisah tentang dirinya. Apa reaksinya? Dia diingatkan kembali kepada kenangan masa lalunya yang pahit, namun tak pernah dia sesali. Mungkin air matanya menetes ketika dia membaca bagian-bagian tertentu. Bukan air mata kesedihan, tetapi air mata sukacita! Kita bisa bertanya, “Mengapa Ibu Rut menangis, tetapi itu tangisan sukacita dan ucapan syukur?” Ibu Rut menjawab, “Karena saya telah mengambil keputusan yang benar.” Keputusan untuk mengikuti Naomi dan Allahnya. Dalam hal ini Rut ‘terpanggil’ untuk mengikuti Naomi. Dengan penuh keyakinan Rut menyatakan kesetiaannya sampai mati. Melalui kehidupan Rut, kita akan belajar tentang kesetiaan. Bagaimana kita bisa setia sampai mati? Mari kita membayangkan bahwa kita sedang mewawancarai Rut.


“Ibu Rut, kira-kira apakah yang membuat Ibu tetap setia mengikuti mertua Ibu yang benama Naomi, walaupun Ibu belum tahu bagaimana masa depannya nanti. Tidakkah Ibu sadar, bahwa anda pada waktu itu sedang memutuskan untuk mengikuti Ibu Naomi yang janda dan tidak memiliki apa-apa?” Kemungkinan Ibu Rut akan memberikan beberapa tips di sini yang menuntun kita untuk bisa setia sampai mati.

I. Yakin dengan panggilannya (16, 17)
Di dalam proses kesetiaan terjadi perpaduan antara dua pihak yaitu:
a. Pihak manusia: mengambil ketetapan hati (18)
Kita bisa merasakan adanya kandungan emosi yang dalam dari Rut, tetapi lebih dari itu kita juga bisa melihat bahwa keputusan Rut sudah bulat Rut sudah menetapkan hati.

b. Pihak Allah: Allah diminta untuk menguji hati kita (17b)
Rut bersumpah dan sumpahnya meminta Allah menghukum dirinya jika dia tidak menepati apa yang dikatakannya. Dengan kata lain Allah diminta menguji diri & hatinya.
Mazmur 139:23-24 berkata: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku, lihatlah apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal”

Aplikasi: Sudahkah engkau yakin dengan panggilan Tuhan? Sudahkah engkau mengambil ketetapan hati? Jika kita belum mengambil ketetapan hati, maka marilah kita membulatkan tekad kita untuk mengikut Tuhan Yesus dengan setia sampai mati. Jika kita sudah menetapkan hati, maka janganlah kaget jika Tuhan akan menguji ketetapan hati kita. Bersiap-siap saja dan mintalah Roh Kudus untuk menguatkan hati kita.

Sampai Matipun Setia (SMS) - 2

0 comments:

Post a Comment

 
Yohanes 14:6b "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.